Kau bahkan tidak mengerti
di kamar ini telingaku layu,
aku tak bisa mendengar
jejak kakimu yang menjauh
ingin kulempar mataku mencari
arah pergimu ke bibir jendela
yang gemetar menahan gigil hujan
meneteskan sunyi-sunyi
untuk lebur ke dalam diri
di kamar yang menyimpan
rasa sakit menjadi kata-kata
yang barangkali luput
dari mimpi kita itu.
Kau bahkan tidak memahami
cinta dan maut terasa sengit
di dinding kamarku, menghapus
huruf-huruf yang selalu ingin pergi
dari sebuah buku puisi
seperti takdir seorang penyair
untuk mencintai kamus kehilangan
di antara sunyi purba yang meriap
nama kita di batu saja.
Arco Transept
2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kepada Anakku
Anakku.. Seperti kata seorang pujangga Kau bukan milikku Kau adalah anak jamanmu Seperti aku adalah anak jamanku Tapi anakku.. ...
-
Pastoral Kabut yang mengepungmu Telah runtuh menjadi kata-kata Rumah kayu hanya menyisakan dinginnya Dan sunyi mengendap di sana...
-
Tentu. Kau boleh saja masuk, masih ada ruang di sela-sela butir-butir darahku. Tak hanya ketika rumahku sepi, angin hanya menyentuh...
-
Semua perihal diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membataai besok dan kemarin. Besok batas hari i...
No comments:
Post a Comment