Sajak
Waktu
Gemercik
gaib air pancuran
Menyapa
penghulu batu
Hujan
sesal pusat mawar
Tak
henti-henti mengetuk jendela kealpaanku
“Mari
kita tukar mimpi dengan gerak kekangenan suci.”
Sumbawa,
2003
Pesan
Begitulah
setiap hari daun-daun itu
Gugur
merayap mencium telapak akar pangkal
Setelah
tutur ceritanya lengkap dan
Hanya
satu kuncup pesan terbuka untuknya:
“Suburkan
rindang kasih bunda”
Sumbawa,
1989